OBJEK WISATA SITU GUNUNG & GEOPARK CILEUTUH, SUKABUMI

Propinsi Jawa Barat, khususnya Kota Sukabumi memiliki tujuan wisata baru yang mempesona dan jadi tujuan wisata bagi para milenial atau para pensiunan yang berhobi mengunggah foto di media sosial. Jembatan gantung atau sky bridge Situ Gunung di Sukabumi menjadi ramai jadi incaran liburan. Jembatan gantung ini membentang diantara lebatnya hutan kayu damar dan lokasinya masuk kedalam wilayah Taman Nasional Gede Pangrango.

Jembatan setinggi 150 meter dengan panjang 240 meter menarik perhatian karena berdiri di atas hutan lebat. Hawa yang sejuk, suasana hijau hutan dan goyangnya jembatan ketika dilewati menjadi sensasi sendiri untuk mencoba melewati jembatan yang baru resmi dibuka September 2018 lalu. Sehingga pas liburan tahun baru pengunjung yang datang mencapai 5.000-10.000 orang per hari menimbulkan antrian melewati jembatan yang dibatasi hanya 100 orang sekali lewat di atas jembatan kayu yang membentang.

Kami dari Alumni SMA Mardi Yuana, Angkatan 69, Sukabumi  memanfaatkan momen penting bernostalgia untuk mengadakan Reuni Akbar 50 tahun dan Temu Kangen  di Kawasan Wisata Situ Gunung.

Lebih santai datang di hari kerja yang tidak ramai dan tidak antri melewati jembatan. Kami sengaja datang di hari kerja bisa santai lama di jembatan gantung tanpa ada antrian. Bisa menikmati lama di tengah jembatan hijaunya hutan dan suara gemericik air sungai di bawah jembatan. Dari jauh kelihatan Gunung Pangrango yang diliputi kabut membuat acara temu kangen lebih menarik.

Ada juga spot untuk foto yang instagramble di depan cafe yang lokasinya berupa jembatan kayu yang menjorok di atas hutan lebat dan menimbulkan dari kejauhan view hujan lebat, terlihat gunung dan birunya langit. Cukup ntri untuk mengambil spot foto di sini.

Dari pintu masuk jembatan dikenakan sabuk pengaman oleh petugas. Dari kejauhan sangat terlihat cantik jembatannya dikelilingi hijaunya pohon dan suara burung yang mencicit. Jembatan yang bisa memacu adrenalin ini kalau berjalan cepat hanya dilewati 10 menit. Tapi karena banyak yang melakukan selfie bisa setengah jam setiap orang di atas jembatan sekali lewat.

Jembatan Gantung Situ Gunung ini diklaim terpanjang di Indonesia yang membentang di atas hutan. Banyak yang penasaran dengan bentuk jembatan yang pada bagian dasarnya dibuat dari papan ini dilengkapi dengan adanya besi dan tali pengaman disepanjang pinggir sisi jembatan.Turis dilarang melompat-lompat di jembatan dan berdiri di pinggir besi jembatan.

Karena dikelola swasta tiket masuk jembatan biaya Rp 50.000 dan untuk usia diatas 60 tahun ada diskon khusus dan dibedakan dengan tiket masuk kawasan Situ Gunung yang dikelola Pemda Sukabumi dikenakan Rp 16.000,- Turis mendapat fasilitas minuman kopi, teh dan camilan rebusan gratis di rest area yang nyaman sebelum melewati jembatan.

Fasilitas toilet dan mushola cukup bersih di sekitar area dan tempat sampah juga banyak tersedia.

Jembatan ini menjadi bagian dari kawasan Situ Gunung yang memiliki juga destinasi wisata Danau Situ Gunung dan air terjun Curug Sawer. Setelah berjalan melewati jembatan gantung, turis bisa langsung berjalan di jalan berbatu menurun ke arah Curug Sawer sekitar satu kilometer saja tidak jauh.

Suara air terjun yang jatuh di kolam deras kedengaran setelah kita turun. Bagai yang ingin mandi hanya diperbolehkan di aliran sungai yang bening dan dilarang mandi di kolam tepat jatuhnya air terjun.

Setelah kami mengunggah foto Sky Bridge Situ Gunung banyak teman yang menanyakan cara menuju Situ Gunung. Dari Jakarta bisa naik KRL ke Bogor kemudian dilanjutkan naik kereta Pangrango tujuan Bogor- Sukabumi dengan harga tiket eksekutif Rp 85.000 dan ekonomi Rp 35.000 dengan waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan. Turun di Stasiun Cisaat langsung jalan dulu ke di Polsek Cisaat dan naik angkot ke Situ Gunung dengan ongkos Rp 5000.

Dengan bus menuju terminal Baranangsiang Bogor pilih bus jurusan Sukabumi dan jangan lupa berhenti dipertigaan Cisaat dengan ongkos Rp 30.000 dengan tidak dapat dipredeksi waktunya tergantung lamanya kemacetan. Sesampainya di pertigaan Cisaat, lanjut naik angkot merah ke arah Situ Gunung sekitar Rp 5.000.

Momen Reuni Akbar tersebut dilanjutkan keesokan harinya berangkat ke Geopark Cileutuh, Pantai Selatan Sukabumi, jalan berkelok kelok dan panorama indah sekali.

Jangan lewatkan momen penting teman-teman untuk menikmati Objek Wisata Situ Gunung dan Geopark Cileuteh. Salam Seroja

ACARA REUNI EMAS SMA MARDI YUANA ANGKATAN 69

Geopark Cileutuh Sukabumi Tempat Wisata yang berbeda dan penuh tantangan

Apa sih geopark itu? Geopark sebuah kawasan geografis dimana situs-situs warisan geologis menjadi kawasan dari konsep perlindungan, pendidikan dan pembangunan berkelanjutan secara holistik.

Di situ terdapat sinergi antara keragaman geologi, biologi dan budaya yang harus ditonjolkan sebagai bagian yang terpisahkan dari geopark, khususnya jika nilai bentang alam dan geologinya dapat ditunjukkan kepada pengunjung.

Jangan pernah berpikiran Geopark Ciletuh itu hanya berupa air terjun alias curug dan juga view point di atas bukit. Geopark Ciletuh Sukabumi merupakan obyek wisata yang komplit. Mulai dari pantai, beberapa air terjun (curug), pemandangan bukit – tebing – sawah yang indah, hingga trekking menuju menuju view point di puncak Darma.

Letaknya tidak terlalu jauh dari Jakarta untuk menuju Geopark Ciletuh. Lokasinya berada diantara Ujung genteng dan Pelabuhan Ratu. Yang pertama terlihat di Geopark Ciletuh adalah bentangan alam nan ciamik dari Tebing Panenjoan. Tebing Panenjoan –bahasa Sunda, pemantauan– bisa dikatakan sebagai pintu gerbang untuk mengikuti frame demi frame pemandangan geopark.

Lokasinya yang berada di ketinggian 342 meter di atas permukaan laut (MdPL), memudahkan pandangan mata melihat bentangan alam yang berbentuk tapal kuda. Dari atas bukit itu, terpampang hamparan sawah dan rumah penduduk yang diapit punggung bukit dan pandangan mata berakhir pada pantai yang memanjang dengan air kebiruan dari laut Samudera Hindia.


Itu baru gambaran awal begitu kita tiba di Geopark Ciletuh. Masih banyak objek-objek wisata yang yang ada di geopark ciletuh yang sangat bervariasi. Objek-objek wisata yang ada di kawasan ciletuh yaitu cukup beragam, yang pertama adalah Puncak Darma.


Puncak Darma adalah adalah salah satu bukit tinggi dikawasan Teluk Ciletuh, dimana kita bisa melihat lautan dari ketinggian 357 m dpl. Pemandangan Panorama Puncak Darma sangatlah eksotis terutama bagi mereka yang hobinya memotret karena disini kita bisa melihat bentangan morfologi ciletuh panorama laut teluk ciletuh dengan gradiasi warna perpaduan air laut dan air sungai, serta Samudera Hindia yang begitu luas.


Yang kedua ada Curug dan Pantai Cimarinjung. Merupakan Air terjun dengan dinding lapisan batu, hamparan vegetasi penutup tanah seperti karpet dengan ketinggian 70 m dpl. keindahannya mempunyai ciri khas tersendiri yang berdekatan dengan pantai, untuk mendekati air terjun ini akses jalannya curam dengan jalan kaki sekitar 15 menit dari pemberhentian kendaraan dan harus hati-hati lokasi di dalamnya sempit dan licin

Pantai Cimarinjung atau Palangpang meruapakan pantai teluk ciletuh dengan ketinggian 4 m dpl. dari permukaan laut, kelebihan pantai ini berdekatan dengan air terjun.

Selanjutnya ada Curug Sodong. Curug Sodong lebih akrab bagi warga setempat dikenal dengan nama Curug Kembar dimana ada dua curug yang berdekatan hingga menyerupai pasangan. Dan tepat di atasnya terdapat Curug Cikanteh. Tebing curug ini memang luar biasa memberikan keeksotikan alam yang berbeda.
Terkadang jika yang tengah beruntung akan bisa menyaksikan pelangi tepat di atas curug tersebut hingga menyerupai lanskap alam yang luar biasa.

Pada November 2015, Geopark Ciletuh resmi dikukuhkan sebagai Geopark Nasional oleh Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO dan Kementerian ESDM. Kini, Geopark Ciletuh ditargetkan dapat diresmikan sebagai Geopark Internasional atau Global Geopark pada tahun 2017.

 

7 Kesalahan Yang Harus Dihindari Saat Traveling

Dengan beragam pengetahuan dan latar belakang, para wisatawan kerap melakukan kesalahan yang mungkin tak mereka sadari. Agar tak jadi wisatawan yang buruk, ketahuilah 7 kesalahan fatal ini yang harus Anda hindari.

Traveling tak semata datang ke tempat baru, merasakan tantangan baru dan mendapat pengalaman baru. Namun juga mereguk inti dari perjalanan itu. Buka mata lebih lebar, siapa tahu Anda melakukan tingkah yang tidak menyenangkan. Berikut 7 kesalahan fatal yang harus Anda hindari saat traveling:

1. Tak tahu aturan memberi tip

Beberapa daerah menganggap memberi tip adalah sesuatu yang sopan, sementara di daerah lain malah menganggap hal itu sesuatu yang tidak sopan. Maka dari itu, cari tahu apakah destinasi yang akan Anda tuju memiliki aturan memberi tip seperti apa.

Jika Anda menggunakan jasa tur, jangan malu bertanya pada pemandu wisata apakah butuh memberikan tip atau tidak saat makan dan kegiatan sejenisnya. Menyadari hal ini merupakan satu hal penting saat traveling karena bagi sebagian orang, tip merupakan penghasilan tambahan mereka.

2. Menyelak antrean

Bertidak disiplin tak hanya di tempat yang penuh dengan petugas, melainkan di mana saja. Saat traveling, Anda akan sering bertemu dengan antrean. Baik itu antrean membeli tiket, makanan, masuk bus, kereta dan lain-lain. Biasakan untuk berdiri di dalam barisan dan selalu mengantre.

Jangan mentang-mentang terburu-buru, lantas Anda seenaknya menyelak barisan. Beberapa orang melakukan hal culas dengan pura-pura tidak menyadari adanya antrean dan pura-pura polos menyelip ke barisan depan. Jika selama ini Anda sering melakukan hal ini, segera hentikan sekarang.

3. Boros dengan handuk hotel

Kini sudah banyak hotel yang menggantungkan kartu yang berisi imbauan untuk lebih hemat energi. Ini termasuk menghemat air, listrik dan bijak dalam menggunakan handuk.

Tak ada salahnya menggunakan handuk yang sama selama dua hari. Jadi, daripada langsung membuang handuk ke lantai saat selesai memakai, lebih baik gantungkan di rak. Ini akan membuat Anda menjadi traveler yang lebih peduli dan juga lebih bertanggung jawab pada lingkungan.

4. Tak menghargai budaya lokal

Tidak menghormati budaya di tempat Anda sedang liburan adalah sesuatu yang tidak sopan, bahkan bisa merupakan tindakan yang terlarang. Jika menghiraukan peraturan yang telah ditetapkan di sana, bisa-bisa Anda dipandang sinis oleh para penduduk lokal. Malah, Anda pun bisa diusir dari tempat itu.

Yang harus dipastikan adalah apakah destinasi yang Anda tuju memiliki peraturan tertentu yang harus dipatuhi. Seperti contoh, gunakan pakaian sopan saat berkunjung ke rumah ibadah seperti kuil atau gereja. Jangan sekali-kali meremehkan hal itu.

5. Menaruh tas sembarangan di kabin pesawat

Kebetulan Anda mendapat nomor kursi yang jauh dari pintu keluar. Dibanding capek membawa-bawa tas hingga belakang, Anda pun menaruh barang bawaan di kabin bagian depan. Bukan di atas kursi Anda? Tak peduli.

Inilah yang harus diubah. Jangan hanya memikirkan kenyamanan sendiri. Pikirkan juga kesulitan orang lain yang diakibatkan tingkah semena-mena Anda. Biasakan untuk menaruh tas di kabin atas kursi Anda. Jika semua disiplin, tak ada lagi penumpang yang tak kedapatan ruang untuk menaruh tas.

6. Berdiri di depan pintu masuk pesawat

Semua penumpang pasti akan dipanggil jika sudah waktunya berangkat. Jadi, tak perlu berdiri di depan pintu masuk jika belum dipanggil. Kelakuan seperti ini tidak menguntungkan sama sekali, malah akan mengganggu orang lain.

Duduklah dengan tenang saat sedang menunggu keberangkatan. Dengarkan pengumuman dengan seksama dan mengantrelah saat sudah ada pengumuman keberangkatan. Tak perlu membuang waktu sia-sia dengan berdiri di gerbang yang belum dibuka.

7. Tidak sopan saat mengambil foto

Berhasil menangkap momen adalah pencapaian tertinggi dalam mendapatkan foto terbaik. Namun ingat, ada etika yang harus disadari. Jangan sampai kegiatan Anda malah mengganggu objek foto.

Biasakan untuk meminta izin kepada orang jika ingin menjadikan mereka sebagai objek. Juga, perhatikan area suci orang yang sedang berdoa, jangan berdiri di depan orang yang sedang bertekuk lutut memohon doa kepada Dewa atau Tuhannya.

Ubah sudut pandang, jika Anda yang menjadi objek foto, berkenankah jika ada orang yang memfoto sedemikian dekat? Jika tidak, maka Anda harus menjaga jarak.

ANEKA KUE DAN CEMILAN TERBUAT DARI SINGKONG

Kamu perlu tahu, beberapa jenis makanan tradisional yang terbuat dari bahan dasar “Singkong” ini memiliki cerita dan filosofinya sendiri, Ketika Jepang menjajah Indonesia, tepatnya di daerah Jawa, beras yang menjadi makanan pokok sangat sulit didapatkan.

Alhasil, warga mencari alternatif makanan pokok mereka, dan singkong yang banyak tumbuh dipekarangan rumah menjadi pilihan mereka. Mereka mengolah singkong sampai akhirnya ditemukan beberapa jenis makanan seperti :

  1. Singkong Karamel Gula Merah
  2. Ketimus Singkong Gula Merah khas Sunda
  3. Singkong Thailand
  4. Getuk Singkong Jadul
Continue reading

Tips Wisata & Kuliner

Mendatangi sebuah destinasi wisata, tentu tak lengkap jika belum mencoba sajian kuliner setempat. Namun jangan sampai membuang kesempatan sia-sia, cobalah citarasa lokal yang khas. Asyiknya lagi, ada beberapa tips wisata kuliner otentik yang bisa sobat traveler coba.

Menjajal masakan atau jajanan tradisional bakal memberikan pengalaman rasa yang berbeda. Lidah seolah diajak bertualang memahami kearifan lokal lewat balutan rasa yang memanjakan. Tertarik? Berikut adalah sejumlah tips wisata kuliner otentik yang bisa sobat traveler praktekkan.

1. Manfaatkan warga Lokal

Continue reading